MAGELANG – Pondok Pesantren Nur Muhammad Wiyono, Grabag, Kabupaten Magelang, menjadi tuan rumah kegiatan Sambang Pesantren bertajuk “Pesantrenku Aman” yang dilaksanakan pada Ahad, 9 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, konsolidasi, sekaligus penguatan kapasitas pesantren dalam menciptakan lingkungan pendidikan dan pengasuhan yang aman, nyaman, serta berpihak pada kemaslahatan santri.
Kegiatan Sambang Pesantren di Pondok Pesantren Nur Muhammad melibatkan unsur Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) dari berbagai tingkatan, mulai dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah, hingga pengurus RMI di tingkat Kota dan Kabupaten Magelang.
Sambang Pesantren “Pesantrenku Aman” merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat pesantren sebagai lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, nyaman, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan. Program ini juga mendorong penguatan sistem pengasuhan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pesantren, serta perlindungan santri secara berkelanjutan.
Ning Alissa Wahid dan Tokoh NU Hadir di PP Nur Muhammad Magelang
Kegiatan Sambang Pesantren di Pondok Pesantren Nur Muhammad Magelang menghadirkan sejumlah tokoh dari unsur PBNU, PWNU Jawa Tengah, dan PCNU Kabupaten Magelang.
Dari unsur PBNU, hadir Ning Alissa Wahid, putri Presiden ke-4 Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Dalam kegiatan tersebut, Ning Alissa Wahid menjadi salah satu pemateri dalam Halaqah Pengasuh Pesantren.
Hadir pula KH. Ulun Nuha (Gus Ulun) dari unsur RMI PBNU yang turut memberikan penguatan dalam rangkaian kegiatan.
Sementara dari PWNU Jawa Tengah hadir KH. Machin Chudlori dari Tegalrejo. Kegiatan ini juga dihadiri KH. KH. Achmad Izzuddin Abdurrochman (Gus Din) Ketua PCNU Kabupaten Magelang. Dan masih banyak para tokoh Kyai dan Ibu Nyai yang ikut serta dalam kegiatan ini.
Kehadiran para tokoh tersebut menjadi momentum penting bagi para pengasuh, pengurus, pendidik, musyrif, musyrifah, dan pengelola pesantren untuk memperkuat wawasan serta komitmen dalam meningkatkan kualitas pengasuhan dan tata kelola pesantren.
Sambang Pesantren RMI-NU Perkuat Gerakan “Pesantrenku Aman”
Kegiatan Sambang Pesantren yang diselenggarakan RMI-NU bukan sekadar agenda kunjungan antarpesantren. Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi organisasi, silaturahmi, serta penguatan kapasitas pesantren dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan dan pengasuhan.
Gerakan “Pesantrenku Aman” sendiri menempatkan perlindungan dan kemaslahatan santri sebagai bagian penting dalam pengembangan pesantren. Pesantren didorong untuk memperkuat sistem pengasuhan, membangun kebijakan perlindungan santri, menyediakan lingkungan yang aman dan nyaman, serta menumbuhkan budaya bersama dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan.
Bagi dunia pesantren, penguatan tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab bersama. Pesantren tidak hanya menjadi tempat santri memperoleh ilmu agama, tetapi juga menjadi rumah kedua yang harus memberikan rasa aman, pembinaan karakter, pendidikan, dan pendampingan yang baik.
Melalui kegiatan seperti Sambang Pesantren, RMI-NU mendorong agar penguatan sistem perlindungan santri dapat berjalan tanpa meninggalkan karakter, tradisi, dan nilai-nilai luhur kepesantrenan.
Halaqah Pengasuh, Ruang Penguatan Sistem Pengasuhan Pesantren
Salah satu agenda penting dalam Sambang Pesantren di Pondok Pesantren Nur Muhammad adalah
Halaqah Pengasuh Pesantren.
Forum ini menjadi ruang bersama bagi para pengasuh untuk membahas perkembangan dan tantangan yang dihadapi pesantren, terutama dalam bidang pengasuhan santri. Perubahan sosial, perkembangan teknologi, pola komunikasi generasi muda, hingga meningkatnya perhatian terhadap perlindungan anak menjadi persoalan yang perlu direspons secara bijaksana oleh seluruh elemen pesantren.
Melalui Halaqah Pengasuh, para peserta memperoleh penguatan mengenai pentingnya membangun pola pengasuhan yang tetap berpegang pada nilai dan tradisi pesantren, namun mampu menjawab kebutuhan serta tantangan zaman.
Kehadiran Ning Alissa Wahid dan para tokoh pesantren dalam forum tersebut memberikan perspektif penting mengenai tanggung jawab pengasuh dalam menjaga amanah orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada pesantren.
Pelatihan Musyrif dan Musyrifah Tingkatkan Kualitas Pendampingan Santri
Selain Halaqah Pengasuh, rangkaian Sambang Pesantren “Pesantrenku Aman” juga menghadirkan Pelatihan Musyrif dan Musyrifah.
Musyrif dan musyrifah memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari santri, terutama dalam proses pendampingan dan pengasuhan di lingkungan asrama. Karena itu, peningkatan kapasitas para pendamping santri menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem pesantren yang aman dan nyaman.
Penguatan tersebut mencakup kemampuan komunikasi, pendekatan kepada santri, pemahaman perkembangan anak dan remaja, serta kemampuan melakukan pencegahan dan deteksi dini terhadap berbagai persoalan yang dapat terjadi di lingkungan pesantren.
Dengan pengasuhan yang semakin baik, pesantren diharapkan dapat menjadi lingkungan pendidikan yang tidak hanya kuat dalam transmisi keilmuan dan pembentukan akhlak, tetapi juga mampu memberikan perlindungan dan pendampingan yang optimal bagi para santri.
Halaqah Madin NU dan Media Pesantren
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Halaqah Madin NU dan Halaqah Media Pesantren.
Halaqah Madin NU menjadi ruang penguatan pendidikan diniyah, pengembangan kurikulum, serta penanaman nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Penguatan pendidikan diniyah menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas keilmuan dan karakter pendidikan pesantren.
Sementara itu, Halaqah Media Pesantren membahas pentingnya pengelolaan media dan informasi di era digital.
Pesantren saat ini dituntut tidak hanya memiliki program pendidikan yang baik, tetapi juga mampu menyampaikan informasi mengenai kegiatan, prestasi, dan potensi lembaga kepada masyarakat secara tepat dan bertanggung jawab.
Media digital dapat menjadi sarana penting untuk dakwah, publikasi kegiatan, dokumentasi sejarah, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap pesantren. Karena itu, penguatan kemampuan media menjadi salah satu langkah strategis dalam pengembangan pesantren di tengah perkembangan teknologi informasi.
Pondok Pesantren Nur Muhammad Magelang, Pesantren yang Terus Menguatkan Peran Pendidikan
Dipilihnya Pondok Pesantren Nur Muhammad sebagai tuan rumah Sambang Pesantren menjadi momentum penting bagi penguatan peran pesantren dalam membangun jaringan dan kolaborasi dengan berbagai unsur Nahdlatul Ulama.
Pondok Pesantren Nur Muhammad Wiyono Grabag, Kabupaten Magelang, terus berupaya mengembangkan kualitas pendidikan, pengasuhan, serta pelayanan kepada para santri. Kegiatan Sambang Pesantren ini menjadi kesempatan berharga untuk menyerap wawasan, memperkuat jejaring, dan membangun sinergi dengan para pengasuh serta penggerak pesantren dari berbagai tingkatan.
Sebagai lembaga pendidikan pesantren, Pondok Pesantren Nur Muhammad memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga amanah pendidikan dan pembinaan generasi. Penguatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola lembaga, pendidikan diniyah, serta sistem pengasuhan menjadi bagian yang saling berkaitan dalam membangun masa depan pesantren.
Kegiatan yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Nur Muhammad Magelang ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pesantren, organisasi, pengurus NU, dan seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan pendidikan pesantren.
Perkuat Sinergi Pesantren di Kabupaten Magelang
Sambang Pesantren juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara RMI di tingkat pusat, wilayah, dan cabang dengan pesantren-pesantren di daerah.
Sinergi tersebut diperlukan agar program pengembangan pesantren dapat berjalan lebih terarah. Berbagai persoalan yang dihadapi pesantren, mulai dari pengasuhan, pendidikan, administrasi kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, hingga pengelolaan media, membutuhkan kerja sama dan komunikasi yang berkelanjutan.
Melalui forum Halaqah Pengurus RMI PWNU dan RMI PCNU, dilakukan pula penguatan koordinasi serta sinkronisasi program yang berkaitan dengan pengembangan dan perlindungan pesantren.
Bagi pesantren di Kabupaten Magelang, kegiatan seperti ini menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan dan membangun langkah bersama dalam menghadapi tantangan pendidikan masa kini.
Komitmen Pondok Pesantren Nur Muhammad Mewujudkan Pesantren Aman dan Berkualitas
Bagi Pondok Pesantren Nur Muhammad Magelang, kegiatan Sambang Pesantren “Pesantrenku Aman” bukan hanya sebuah agenda pertemuan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk terus meningkatkan komitmen dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, berilmu, dan berakhlak.
Pesantren harus mampu menjaga keseimbangan antara merawat tradisi yang telah diwariskan para ulama dengan meningkatkan kualitas sistem pendidikan dan pengasuhan sesuai perkembangan zaman.
Semangat “Menjaga Amanah, Merawat Masa Depan” menjadi pengingat bahwa setiap santri adalah amanah. Para pengasuh, pendidik, pengurus, dan seluruh elemen pesantren memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan santri memperoleh pendidikan dan lingkungan yang mendukung proses tumbuh kembang mereka.
Ke depan, Pondok Pesantren Nur Muhammad Wiyono, Grabag, Kabupaten Magelang, berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas pendidikan pesantren, menjaga nilai-nilai luhur kepesantrenan, serta membangun sinergi dengan berbagai pihak demi kemajuan pesantren dan masa depan para santri.
Melalui Sambang Pesantren “Pesantrenku Aman” yang digelar di Pondok Pesantren Nur Muhammad, diharapkan semangat perlindungan santri, penguatan pengasuhan, peningkatan kualitas pendidikan, dan kolaborasi antarpesantren dapat terus tumbuh.
Pesantren Aman, Santri Nyaman. Menjaga Amanah, Merawat Masa Depan.
Dasar informasi mengenai tujuan dan rangkaian Gerakan Pesantrenku Aman saya sesuaikan dengan pemberitaan terbaru NU Online tentang penguatan perlindungan santri, pengasuhan, Halaqah Pengasuh, Musyrif/Musyrifah, Madin, dan Media Pesantren. (
Mail Jateng)