Baca Juga

.related-posts ul li a { display: flex; align-items: center; gap: 10px; text-decoration: none; } .related-posts ul li a img { width: 60px; height: auto; object-fit: cover; border-radius: 4px; }

Cokie

Memuat data kunjungan...

Ads

Pondok Pesantren Nur Muhammad

Alamat: Dusun Wiyono Rt 03 Rw 02 Desa Grabag Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang Jawa Tengah - Email: ppnurmuhammad038@gmail.com.

Pondok Pesantren Nur Muhammad

Alamat: Dusun Wiyono Rt 03 Rw 02 Desa Grabag Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang Jawa Tengah - Email: ppnurmuhammad038@gmail.com.

Pondok Pesantren Nur Muhammad

Alamat: Dusun Wiyono Rt 03 Rw 02 Desa Grabag Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang Jawa Tengah - Email: ppnurmuhammad038@gmail.com.

Pondok Pesantren Nur Muhammad

Alamat: Dusun Wiyono Rt 03 Rw 02 Desa Grabag Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang Jawa Tengah - Email: ppnurmuhammad038@gmail.com.

Pondok Pesantren Nur Muhammad

Alamat: Dusun Wiyono Rt 03 Rw 02 Desa Grabag Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang Jawa Tengah - Email: ppnurmuhammad038@gmail.com.

Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 November 2025

Sejarah Mbah Kyai Dalhar Watucongol Ulama Besar Dari Magelang

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

PP. Nur Muhammad Magelang ---- Sebelum kita masuk lebih dalam, artikel ini bakal ngajak sobat santri mengenal salah satu tokoh ulama besar di Magelang dan sangat masyhur yang jejaknya masih hidup sampai hari ini. beliau adalah Mbah Kyai Dalhar Watucongol, sosok ulama yang sanad ilmunya kuat, nasabnya jelas, dan riyadhohnya bikin orang sadar bahwa kemuliaan itu lahir dari kesungguhan. Jika dalam tulisan ini ada yang perjuangannya. Oke Markinjut Mari Kita Lanjut…

Asal-Usul dan Nasab Mbah Kyai Dalhar

Mbah Kyai Dalhar lahir di komplek Pesantren Darussalam Watucongol, Muntilan, Magelang, hari Rabu, 10 Syawal 1286 H atau 12 Januari 1870 M. Nama asli beliau adalah Nahrowi. Beliau merupakan putra dari Kyai Abdurrahman bin Abdurrauf bin Kyai Hasan Tuqo.

Garis nasabnya nyambung ke Sunan Amangkurat Mas (Amangkurat III). Karena keturunan keraton, Kyai Hasan Tuqo dikenal juga dengan gelar Raden Bagus Kemuning. Meski keturunan ningrat, beliau memilih jalan ilmu agama, keluar dari keraton, lalu menetap di daerah yang kini dikenal sebagai Desa Tetuko, Godean, Yogyakarta.

Ayah beliau, Kyai Abdurrauf, adalah panglima perang Pangeran Diponegoro. Ketika terjadi perang besar di wilayah Kedu, beliau dipercaya menjaga Muntilan dan membangun pesantren di Tempur, Gunungpring. Pesantren ini kemudian diteruskan putranya, Kyai Abdurrahman, sebelum akhirnya diasuh Mbah Kyai Dalhar dan dipindah ke Watucongol.

Masa Mondok dan Rihlah Ilmiah

Sejak kecil, Mbah Kyai Dalhar tumbuh dilingkungan pesantren. Beliau belajar dasar-dasar agama kepada ayahnya, lalu mondok pada usia 13 tahun di bawah asuhan Mbah Kyai Mad Ushul di Salaman.

Usia 15 tahun, beliau melanjutkan pengembaraan ilmu ke Pondok Al-Kahfi Somalangu Kebumen, berguru kepada Syeikh As-Sayyid Ibrahim Al-Jilani Al-Hasani. Delapan tahun kemudian, beliau diberangkatkan ke Makkah bersama putra sang guru, Sayid Abdurrahman.

Kedua santri ini menempuh perjalanan darat hingga ke Semarang. Saking tawadhu-nya, Mbah Kyai Dalhar menuntun kuda Sayid Abdurrahman sepanjang perjalanan, meski berkali-kali dipersilakan naik.

Di Makkah, beliau tinggal di Rubath Misfalah bersama ulama besar Syeikh As-Sayyid Muhammad Babashol Al-Hasani, Mufti Syafi’iyyah saat itu. Beliau belajar di tanah suci selama 25 tahun. Dari sang guru pula beliau mendapat nama “Dalhar,” sehingga nama lengkapnya menjadi Nahrowi Dalhar.

Di Makkah beliau mendapat ijazah Thariqah Syadziliyah dari Syeikh Muhtarom Al-Makki, serta ijazah Dalailul Khoirot dari Sayyid Muhammad Amin Al-Madani. Dua amalan ini kemudian menjadi amaliyah khas di Watucongol.

Riyadhoh dan Amalan Mbah Kyai Dalhar

Beliau dikenal sebagai ahli riyadhoh tingkat tinggi. Riwayat yang disampaikan para ulama hakikat menyebut bahwa beliau amat dekat dengan Nabi Khidhr.

Beberapa riyadhoh beliau yang masyhur

  • Pernah khalwat 3 tahun di sebuah goa sempit, hanya berbuka dengan 3 butir kurma dan sedikit air Zamzam.
  • Tidak pernah buang hajat di tanah haram; setiap butuh, beliau keluar wilayah haram.
  • Bisa melakukan dzikir sirr hingga 3 hari 3 malam tanpa bisa diganggu.
  • Membiasakan sahrul layali (begadang ibadah) yang kemudian menjadi tradisi putra-putra beliau di Watucongol.

Karomah Mbah Kyai Dalhar

Di antara karomahnya yang dikenal masyarakat
Suara pengajiannya bisa terdengar hingga 300 meter tanpa pengeras suara.
Mengetahui lokasi makam para auliya yang terlupakan oleh masyarakat.

Karya dan Sanad Keilmuan

Karya beliau yang terkenal adalah Kitab Tanwirul Ma’ani, berisi manaqib Syeikh Abul Hasan Asy-Syadzili. Ada beberapa karya lain yang masih diteliti karena penyandaran ilmunya sangat luas. Selain itu banyak ulama besar abad 20 berguru kepada beliau, di antaranya:
  • KH Mahrus Ali, Lirboyo
  • KH Dimyathi, Banten
  • KH Marzuki, Giriloyo

Wafatnya Mbah Kyai Dalhar

Setelah sakit sekitar tiga tahun, beliau wafat pada Rabu Pon, 29 Ramadhan 1378 H (8 April 1959 M). Ada riwayat menyebut 23 Ramadhan, tapi penanggalan hari tidak cocok. Riwayat paling kuat disampaikan oleh putra beliau, KH Ahmad Abdul Haq.

Warisan beliau bukan cuma cerita karamah atau riwayat riyadhoh, tapi cara beliau mendidik orang untuk mengenal Allah dengan penuh istiqamah, ikhlas tanpa panggung, dan menjaga adab disaat dunia sudah berubah. Di titik ini, nama “Dalhar” bukan sekadar nama, tapi simbol perjalanan panjang seorang hamba yang seluruh hidupnya dikhidmahkan untuk ilmu dan kemanfaatan.

Semoga artikel ini bisa membangkitkan semangat kita para santri untuk terus berkhidmah kepada ilmu dan para Masyayikh kita, dari hati yang paling tulus saya do’akan semoga keluarga kita dan anak cucu kita mendapatkan barokahnya ilmu dan para Masyayikh sehingga kita digolongkan menjadi umat yang hidup sejahtera dunia dan akhirat. Aamiin…


📚 Sumber Referensi:

Musthofa, Khoirul. "KH. Nahrowi Dalhar (KH. Dalhar Watucongol)". Skripsi. IAIN Ponorogo, t.t. [Diakses pada 20 November 2025, pukul 09.10 WIB].

Universitas Islam Negeri Walisongo. "Moderasi Beragama". Repository Eprints Walisongo, t.t. [Diakses pada 20 November 2025, pukul 10.12 WIB].

Pratama, Wilda Juni. "Peran Syeikh Abdul Malik". Skripsi. Repository UIN SAIZU, t.t. [Diakses pada 21 November 2025, pukul 10.12 WIB].

NU Jateng. “Pandangan Imam Abu Hasan Al-Syadzili dalam Kitab Manakib Karya Kiai Dalhar Watucongol.” NU Online. [Diakses pada 21 November 2025, pukul 11.27 WIB].

NU Online. “KH Dalhar Watucongol, Kyai Pejuang dan Cucu Panglima Perang Jawa.” [Diakses pada 21 November 2025, pukul 14.43 WIB].

Suara Merdeka. “Mbah Dalhar sebagai Mursyid dan Tokoh Budaya". [Diakses pada 22 November 2025, pukul 10.12 WIB].

Republika. “Mbah Dalhar, Santri Pejuang Kemerdekaan.” Khazanah Republika. [Diakses pada 22 November 2025, pukul 10.12 WIB].


Penulis & Editor: Maz Roha

Sejarah Panjang Ponpes API Tegalrejo: Perjuangan, Perkembangan, dan Peran Strategis dalam Dunia Pesantren Salaf

 
PP. Nur Muhammad Magelang --- Halo Sobat Santri kali ini kita akan membahas sejarah Pondok Pesantren paling terkenal di Kabupaten Magelang. Yups mana lagi kalo bukan Ponpes API Tegalrejo, sebelum kita lanjut bahwa artikel ini disusun berdasarkan rangkuman dari berbagai sumber sejarah, dokumentasi pesantren, dan penuturan tokoh-tokoh di kabupaten magelang jadi jika ada tulisan yang kurang pas atau mungkin menyimpang mohon koreksinya para sobat santri, agar tulisan ini dapat memberika informasi yang utuh dan tidak menyesatkan. Oke markinjut mari kita lanjut..

Asal Usul Berdirinya Ponpes API Tegalrejo

Pondok Pesantren API (Asrama Perguruan Islam) Tegalrejo berdiri pada 1 Oktober 1944 M di Desa Krajan, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Pesantren ini didirikan oleh KH Chudlori bin Haji Ihsan, seorang ulama yang dikenal berwawasan luas dan berdedikasi tinggi dalam dakwah. Pada masa itu, masyarakat masih kuat dipengaruhi tradisi kejawen dan kepercayaan lokal, sehingga kehadiran pesantren menjadi titik awal perubahan keagamaan di Tegalrejo. Secara resmi bernama Asrama Perguruan Islam, namun masyarakat lebih mengenalnya sebagai Ponpes API Tegalrejo. Keberadaannya kemudian menjadikan kawasan Tegalrejo identik dengan tradisi salaf.

Biografi Singkat KH Chludori bin Haji Ihsan

KH Chudlori dibesarkan dalam lingkungan religius dan menempuh pendidikan di berbagai pesantren salaf. Kepakarannya dalam kitab kuning, ilmu nahwu, dan fiqih menjadi fondasi utama dalam sistem pendidikan yang beliau bangun. Sosoknya dikenal tegas namun tetap penuh kasih dalam membimbing para santri.

Latar Sosial Keagamaan Masyarakat Tegalrejo

Pada masa awal berdirinya pesantren, sebagian masyarakat masih terpengaruh praktik non-syariat, ritual kejawen, dan minimnya pemahaman agama. Bahkan ada pihak yang menolak aktivitas pesantren. Kondisi ini justru mempertegas urgensi pendirian Ponpes API sebagai pusat dakwah dan pendidikan Islam.

Kepemimpinan Pesantren dari Generasi ke Generasi

Kepemimpinan KH Abdurrahman Chudlori

Setelah wafatnya KH Chudlori pada 28 Agustus 1977, kepemimpinan diteruskan oleh putranya, KH Abdurrahman Chudlori. Di masa ini, pesantren berkembang pesat. Pada 1986, jumlah santri mencapai sekitar 1300 orang. Fasilitas diperluas dan kurikulum salaf diperkuat.

Pengembangan Fasilitas dan Pertumbuhan Santri

Berbagai kompleks baru dibangun untuk menampung santri yang terus meningkat. Upaya penguatan pendidikan klasik terus dijaga agar kualitas pembelajaran tetap bertahan.

Pengasuhan KH Mudrik Chudlori dan KH Hanif Chudlori

Setelah wafatnya KH Abdurrahman pada 24 Januari 2011, kepemimpinan dilanjutkan oleh KH Mudrik Chudlori dan KH Hanif Chudlori. Jumlah santri saat itu sekitar 3000, dan kini mendekati 7000, menjadikan Ponpes API salah satu pesantren salaf terbesar di Indonesia.

Ponpes API Tegalrejo sebagai Pusat Kajian Kitab Salaf

Konsistensi Pengajaran Kitab Kuning

Ponpes API identik dengan pengajaran kitab kuning klasik, khususnya dalam bidang nahwu, fiqih, balaghah, dan berbagai disiplin tradisional yang menjadi ciri khas pesantren salaf.

Tokoh dan Alumni Ternama

Banyak tokoh besar pernah menimba ilmu di Ponpes API, termasuk Presiden RI ke-4, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Alumni lain tersebar sebagai ulama, dai, dan tokoh masyarakat di berbagai daerah.

Kehidupan Sosial Masyarakat Sekitar Pesantren

Karakteristik Warga Tegalrejo

Mayoritas masyarakat Tegalrejo merupakan warga nahdliyin. Pada era awal, praktik keagamaan sebagian masyarakat belum sepenuhnya sesuai syariat. Mata pencaharian warga beragam, mulai dari petani, pedagang, buruh, hingga pegawai.

Peran Ponpes API dalam Dakwah dan Transformasi Masyarakat

Tantangan Dakwah di Masa Awal

Pada awal berdirinya, aktivitas pesantren sering mendapat resistensi sosial. Namun KH Chudlori tetap teguh menghadapi hambatan demi tegaknya pendidikan Islam.

Dampak Besar terhadap Perubahan Sosial dan Keagamaan

Upaya panjang pesantren berbuah perubahan signifikan. Penguatan akidah, pemahaman agama, dan perubahan perilaku masyarakat menjadi bukti nyata kontribusi Ponpes API dalam membentuk kehidupan sosial Tegalrejo.

Itulah Sobat santri sekilas tentang sejarah Ponpes API Tegalrejo Magelang semoga tulisan ini dapat memberikan wawasan dan keilmuan bagi kita semua Aamiin…


Sumber Referensi:

  1. “Pondok Pesantren API Tegalrejo” — situs resmi Kabupaten Magelang menjelaskan tanggal pendirian, pendiri (KH Chudlori), dan latar sosial pesantren. (magelangkab.go.id).
  2. Artikel “KH Chudlori, Santri Kelana Pendiri API Tegalrejo” di NU Online, menjelaskan riwayat hidup beliau. (NU Online).
  3. Profil KH Chudlori sebagai ulama yang rendah hati, dan perannya saat perjuangan kemerdekaan. (republika.id).
  4. Perkembangan Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam Tegalrejo (1944–2007), skripsi oleh M. Khoirul Muna (UIN Salatiga). (E-Repository UIN Salatiga).
  5. Tesis Peran Pondok Pesantren API Tegalrejo dalam Pendidikan Masyarakat dan Pencerdesan Umat (2007–2012) oleh Akhmad Dartono (UIN Sunan Kalijaga). (Digilib UIN Sukarno).
  6. Disertasi Inovasi Manajemen Perubahan pada Sistem Pendidikan Ponpes API Tegalrejo (Universitas Negeri Semarang). (Repository Unusia).
  7. Artikel “Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang” di Laduni. (laduni.id).

Penulis & Editor: Maz Roha

Sabtu, 07 Desember 2024

Profil BLK Komunitas Pondok Pesantren Nur Muhammad

Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) adalah program yang dikelola oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Program ini dirancang untuk memberikan pelatihan kerja kepada masyarakat, termasuk salah satunya di lingkungan pondok pesantren.

Profil BLK Komunitas Pondok Pesantren Nur Muhammad

BLK Komunitas Pondok Pesantren Nur Muhammad adalah lembaga unit pelatihan kerja yang didirikan di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Nur Muhammad yang bertujuan untuk memberikan bekal Keterampilan dan Keahlian Vokasi sesuai bidang atau kejuruan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja atau pengembangan usaha lokal bagi komunitas masyarakat sekitarnya sebagai bekal untuk mencari kerja atau berwirausaha.

Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Pondok Pesantren Nur Muhammad diharapkan menjadi jawaban dalam meningkatkan kompetensi keterampilan para santri kelas akhir dan masyarakat sekitar lebih-lebih pada tenaga kerja untuk memenuhi tantangan dunia kerja. Pelatihan yang diselenggarakan di BLK Komunitas Pondok Pesantren Nur Muhammad sesuai dengan kejuruan yang dipilih adalah Seni Kuliner. Adapun cakupan pelatihan untuk kejuruan seni kuliner ada dua yaitu Pastry dan Barista kedua pelatihan ini sesuai dengan SKKNI yang di sediakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI untuk BLK Komunitas.


BLK Komunitas Pondok Pesantren Nur Muhammad Kejuruan Seni Kuliner dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, BLK Komunitas Pondok Pesantren Nur Muhammad berkoordinasi dengan BBPVP Semarang selaku pembina BLK Komunitas dan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

PROFIL BLK KOMUNITAS
PONDOK PESANTREN NUR MUHAMMAD
A. PROFIL
1. Nama Lembaga : BLK Komunitas Pondok Pesantren Nur Muhammad
2. Alamat : Dusun Wiyono Rt 003 Rw 002
Desa : Grabag
Kecamatan : Grabag
Kabupaten : Magelang
Provinsi : Jawa Tengah
Kode Pos : 56196
Nomor Telepon : 085228385518
Alamat Email : blkk.pp.nurmuhammad@gmail.com
3. Nama Pimpinan : Nyai Uswatun Hasanah
4. Nama Ketua Pengelola : Khoerul Ihsan
5. Kejuruan : Seni Kuliner
6. Luas Bangunan : 238 M2
B. STRUKTUR
7. Penanggung Jawab : Kyai. Amin Mustofa Mahfudz
8. Kepala BLKK : Nyai Uswatun Hasanah
9. Pengelola Adm dan Pelatihan : Mardiyah
10. Instruktur : Rohadi
11. Tim Rekruitmen : Muhammad Ulin Nuha
12. Pengelola Sarpras Dedik Setyanto
Staf I : Muhaimin
Staf II : Nurul Huda

Dalam upaya meningkatkan kualitas keterampilan santri dan masyarakat sekitar, PP Nur Muhammad menghadirkan BLK Komunitas Kejuruan Seni Kuliner. Program ini bertujuan untuk mencetak individu yang terampil di bidang kuliner, baik untuk kebutuhan rumah tangga, usaha mandiri, maupun dunia industri.


Visi dan Misi
Visi:
Menciptakan generasi yang mandiri, kreatif, dan kompeten dalam bidang seni kuliner khususnya dalam bidang pastry dan barista sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi.

Misi:
  1. Memberikan pelatihan seni kuliner berbasis praktik kepada santri dan masyarakat.
  2. Mengembangkan keterampilan memasak yang sesuai dengan standar industri.
  3. Mendukung pertumbuhan wirausaha kuliner lokal melalui pembinaan dan pelatihan.
Fasilitas yang Disediakan
  • Dapur praktik pelatihan.
  • Kelas teori yang luas dan nyaman.
  • Modul pelatihan pastry dan barista.
  • Dukungan bahan pelatihan gratis.

Manfaat BLK Komunitas Seni Kuliner
  1. Membuka peluang kerja di sektor kuliner, baik lokal maupun nasional.
  2. Mendorong lahirnya wirausaha baru di bidang makanan dan minuman.
  3. Meningkatkan keterampilan para santri untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja.
Informasi Lebih Lanjut
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
📞 [085228385518]
📍 PP Nur Muhammad, [Kantor Sekretariat]

Dengan hadirnya BLK Komunitas Kejuruan Seni Kuliner di PP Nur Muhammad, kami berharap dapat berkontribusi dalam memberdayakan masyarakat dan mendorong ekonomi kreatif berbasis pesantren.

Penulis & Editor: Maz Roha.

Jumat, 06 Desember 2024

Profil Pendidikan Kesetaraan Nur Muhammad Wustha Kabupaten Magelang

Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) Nur Muhammad Wustha adalah pendidikan kesetaraan jenjang pendidikan dasar pada Pondok Pesantren Salafiyah yang setara dengan SMP/MTs. Lembaga ini berdiri sejak tahun 2012 yang pada awalnya dikenal dengan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun (WAJAR DIKDAS), hingga akhirnya pada tahun 2018 WAJAR DIKDAS mengalami metamorfose berganti nama menjadi Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) dengan jenjang Ula, Wustha, dan Ulya.

Pergantian nama tersebut adalah hasil gabungan antara Pendidikan Kesetaraan dengan penjenjangan Pondok Pesantren Salafiyah (PPS). Hal tersebut tertuang dalam Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 3543 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan pada PPS.

Sesuai dengan ketentuan SK dirjen Pendis Nomor 3543 tersebut, Pondok Pesantren Nur Muhammad mengantongi SK dan Piagam Izin Operasional untuk jenjang wustha pada tanggal 18 April 2019 dengan nomor SK Pendirian 135 dan nomor Piagam 2919/Kk.11.08/3/PP.00.8/4/2019. Meskipun SK dan Piagam Izin Operasional baru ada di tahun 2019 namun, kegiatan belajar sebelum itu tetap berjalan bahkan tetap mengikuti ujian sekolah pada umumnya.

Dengan adanya program PKPPS Wustha, ini diharapkan pesantren dapat memberikan pelayanan pendidikan yang lebih lengkap, sehingga para santri yang ada di pesantren tidak hanya sekedar mempelajari ilmu agama saja, namun para santri tetap bisa belajar dan mendalami ilmu umum, dengan demikian diharapkan pesantren dapat mencetak lulusan-lulusan yang lebih baik dari segi pengetahuan agama maupun secara pengetahuan umum.

Adapun profil Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah Nur Muhammad Wustha secara singkat adalah sebagai berikut:

PROFIL PPS NUR MUHAMMAD WUSTHA
1 Nama Pondok Pesantren : Nur Muhammad
2 NSPP : 510333080186
3 Nama Lembaga : PKPPS Nur Muhammad
4 NPSN : 69951278
5 Jenjang : Wustha
6 Nama Kepala : Rohadi
7 Alamat Lembaga : Dusun Wiyono
8 RT : 003
9 RW : 002
10 Desa : Grabag
11 Kecamatan : Grabag
12 Kabupaten : Magelang
13 Provinsi : Jawa Tengah
14 Tahun Berdiri : 2012


Penulis & Editor: Maz Roha.

Sabtu, 01 Mei 2021

Profil Pondok Pesantren Nur Muhammad Wiyono Grabag Magelang

Profil Pondok Pesantren Nur Muhammad Wiyono Grabag Magelang

1. Sejarah dan Latar Belakang


Pondok Pesantren Nur Muhammad, berdiri pada tahun 1999, di sebuah desa yang masih asri dan tidak jauh dari pusat kecamatan kota. Pondok pesantren ini Didirikan oleh Kyai Amin Mustofa Mahfudz, seorang Kyai yang sangat santun nan kharismatik, yang memiliki visi untuk mewujudkan pusat pendidikan Islam yang terjangkau bagi masyarakat sekitar. Kyai Amin Mustofa terinspirasi dari pengalaman beliau saat nyantri di berbagai pesantren di Jawa Timur, dan melihat pentingnya pendidikan agama yang kuat sebagai bekal kehidupan di dunia dan akhirat.

Berawal dari sebuah bangunan aula sederhana yang dijadikan kegiatan mulai dari sholat berjama'ah, ngaji, musyawarah, bahkan sebagai tempat tidur para santri, dengan jumlah tujuh santri, Pondok Pesantren Nur Muhammad terus berkembang berkat ketekunan, keikhlasan, dan komitmen sang pendiri untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang damai dan inklusif. Dalam perkembangannya, Pondok Pesantren Nur Muhammad berhasil berinovasi dengan membuka program pendidikan umum untuk mempersiapkan para santrinya menghadapi tantangan zaman modern namun, pesantren ini tetap mempertahankan ciri khasnya dalam mengajarkan ilmu-ilmu agama klasik.


Nama “Nur Muhammad”, memiliki arti “Cahaya yang terpuji”, pemberian nama Nur Muhammad tersebut juga tidak asal-asalan, akan tetapi, nama Nur Muhammad, diharapkan pesantren ini dapat memberikan penerangan, pencerahan bagi para santri dan masyarakat sekitar didalam tafaqquh fiddin (mendalami ilmu agama), serta dalam membentuk karakter generasi bangsa yang islami. Hal itu disampaikan oleh Kyai Amin Mustofa pada saat wawancara di kediamannya. Selain tafaquh fiddin dan pembentukan karakter, diharapkan Pondok Pesantren Nur Muhammad bisa menjadi pusat pendidikan yang bisa menghantarkan para santrinya menjadi generasi yang selalu mengedepankan akhlaqul karimah dan bisa mengimplementasikan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari dengan akidah islam dan keilmuan yang kuat serta berhaluan ahlussunnah wal jama'ah.

Dengan landasan nilai-nilai luhur yang diajarkan sejak awal, pesantren ini tetap berkomitmen menjadi pusat pendidikan Islam yang mencetak generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak mulia serta berusaha mencetak generasi santri yang mandiri. Pondok Pesantren Nur Muhammad Didirikan oleh Kyai Amin Mustofa Mahfudz beserta istri beliau, Ibu Nyai Uswatun Hasanah. Sesuai dengan SK dan Piagam Statistik atau Izin Operasional Pesantren yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Kabupaten Magelang, Pondok Pesantren Nur Muhammad didirikan pada tanggal 26 September 1999. Namun, Pondok Pesantren Nur Muhammad baru diresmikan pada tahun 2003. Kemudian pada tahun 2017 baru dibentuk sebuah yayasan, sehingga saat ini baik lembaga keagamaan maupun lembaga sekolah sudah resmi dinaungi oleh yayasan tersebut, dengan Kyai Amin Mustofa sendiri sebagai ketua/pimpinan yayasan.

Seiring berjalannya waktu serta banyaknya minat orang tua dan masyarakat sekitar, pada tahun 2012 atas saran dan usulan dari para wali santri, maka pesantren mengadakan sekolah yang mengajarkan pendidikan umum. Maka atas usulan dan saran tersebut di dirikanlah sebuah lembaga Wajar Dikdas yaitu, program dari Pemerintah Kementerian Agama WAJARDIKDAS Wajib Belajar 9 tahun. Sehingga pada tahun 2012 tersebut Pondok Pesantren Nur Muhammad menyelenggarakan kelas umum yang sekarang sudah berganti nama menjadi Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS), yang didalamnya tercakup jenjang Ula setara SD/MI, Wustha setara SMP/MTs, dan Ulya setara SMA/MA.


Namun di Pondok Pesantren Nur Muhammad hanya menyelenggarakan dua jenjang yaitu Wustha dan Ulya. Jadi, legalitas dan dasar hukum (PKPPS) sepenuhnya diakui oleh pemerintah melalui PMA No. 31 Tahun 2020. dan program ini menjadi jembatan penting bagi pesantren salafiyah untuk menyediakan layanan pendidikan yang sah tanpa meninggalkan tradisi kitab kuning. Sedangkan untuk kurikulum pendidikan yang dipakai adalah kurikulum gabungan yaitu salaf dan kholaf/modern. Sehingga pondok pesantren Nur Muhammad masih mempertahankan kultur pesantren zaman dahulu, yakni pembelajaran yang berbasis kitab kuning yaitu, madrasah dinniyah dengan model sorogan, bandongan, pengajian dan klasikal.

Untuk saat ini Pondok Pesantren Nur Muhammad sudah bertransformasi ke Satuan Pendidikan Muadalah Salafiyah jenjang Wustha dan Ulya yang dimana Pendidikan Muadalah Salafiyah ini diatur dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 18 Tahun 2014 tentang Satuan Pendidikan Muadalah pada Pondok Pesantren. PMA ini, khususnya pada Pasal 1, menjelaskan bahwa pendidikan muadalah adalah bentuk satuan pendidikan formal yang diselenggarakan di pesantren dengan kurikulum yang khas pesantren, termasuk Muadalah Salafiyah yang berbasis kitab kuning.

2. Profil


1.  Nama Lembaga

:

Pondok Pesantren Nur Muhammad

2.  NSPP

:

510333080186

3.  NPSN

:

69951278

4.  Alamat Lembaga

:

Dusun Wiyono Rt. 003 Rw. 002

a.    Desa

:

Grabag

b.    Kecamatan

:

Grabag

c.    Kabupaten

:

Kabupaten Magelang

d.    Kode Pos

:

56196

5.  Nama Pengasuh

:

Ky. Amin Mustofa Mahfudz

6.  Telp. / HP

:

0852 2838 5518

7.  Kategori Pondok

:

Salaf & Khalaf

8.  Program Pendidikan

:

a.    Satuan Pendidikan Muadalah Salafiyah Wustha

b.    Satuan Pendidikan Muadalah Salafiyah Ulya

8.  Tahun Berdiri

:

26 September 1999

9. Kepemilikan Tanah

:

Wakaf

     a. Luas Tanah

:

4237 m2

     b. Luas Bangunan

:

550 m2

10. Data Yayasan

:

Yayasan Nur Muhammad



3. Visi

Menanamkan Aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah demi terwujudnya santri/peserta didik yang unggul dalam intelektualitasnya dan berakhlaqul karimah.


4. Misi

Menyelenggarakan Pendidikan yang berorientasi pada nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah.
Meningkatkan kualitas pendidikan sesuai dengan tuntutan zaman.
Melaksanakan kajian dan pengamalan ilmu-ilmu agama (tafaqquh fiddin), ilmu pengetahuan lain dan teknologi.

Dengan fasilitas yang mendukung dan lingkungan yang alami, Pondok Pesantren Nur Muhammad berupaya memberikan kenyamanan dan kenyamanan bagi santri agar mereka dapat belajar dan tumbuh secara optimal. Kombinasi fasilitas yang ada dan lingkungan yang tenang menjadikan Pondok Pesantren Nur Muhammad menjadi tempat yang ideal untuk mendalami ilmu dan kepribadian.


Selengkapnya tentang Profil Pondok Pesantren Nur Muhammad di Channel YouTube:


Jangan Lupa LIKE, KOMEN, SUBSCRIBE, dan SHARE Video ini biar lebih bermanfaat bagi banyak orang.


Penulis & Editor: Maz Roha.