Pondok Pesantren Nur Muhammad, Wiyono, Grabag, Kabupaten Magelang menjalani momen penting pada Senin–Selasa, 27–28 Oktober 2025. Tim Asesor dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (BAN PDM) hadir untuk melaksanakan visitasi akreditasi Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS).
Visitasi ini bukan sekadar penilaian administrasi, tetapi menjadi evaluasi komprehensif untuk melihat mutu lulusan, kualitas pembelajaran, kompetensi pendidik, serta manajemen satuan pendidikan. Yang membuat visitasi tahun 2025 ini lebih bermakna adalah penekanan pada integrasi nilai-nilai kepesantrenan seperti kemandirian, disiplin, dan karakter islami dengan capaian akademik dan keterampilan fungsional yang dituntut kurikulum nasional.
Selama dua hari, asesor melakukan observasi kelas, wawancara dengan pengasuh, ustadz dan ustadzah, serta para santri atau warga belajar. Verifikasi dokumen melalui Sispena memastikan seluruh data yang disampaikan sesuai dengan kondisi lapangan. Proses ini menjadi ruang refleksi bagi pesantren untuk memperkuat kualitas layanan pendidikan yang relevan dan berorientasi pada pembentukan karakter unggul para santri.
Acara visitasi dibuka oleh Pengasuh Ponpes Nur Muhammad, Kyai Amin Mustofa Mahfudz, bersama jajaran lembaga terkait. Hadir pula Kasi PD Pontren Kabupaten Magelang, H. Muhrisun, M.Pd., M.Si., yang menegaskan bahwa akreditasi bukan hanya legalitas formal, tetapi menjadi ukuran mutu dan pijakan awal untuk semakin meningkatkan layanan pendidikan kesetaraan pondok pesantren.
Fokus Penilaian Akreditasi 2025
BAN PDM menerapkan Instrumen Akreditasi IA2024 yang berorientasi pada kinerja (performance-based). Empat fokus utama visitasi meliputi:
1. Kinerja Pendidik dalam Pembelajaran
Penilaian meliputi:
• Dukungan sosial emosional bagi warga belajar
• Pembelajaran berdiferensiasi dan berpusat pada peserta didik
• Pemanfaatan penilaian formatif untuk perbaikan berkelanjutan
2. Kepemimpinan Satuan Pendidikan
Meliputi kemampuan kepala satuan pendidikan dalam:
• Refleksi kinerja dan evaluasi program
• Membangun budaya belajar dan inovasi
• Menyediakan kebijakan dan sumber daya yang efektif
3. Iklim Lingkungan Belajar
Asesor melihat apakah lingkungan belajar aman, inklusif, ramah, bebas perundungan, serta memberi ruang untuk keberagaman karakter warga belajar.
4. Hasil Pembelajaran/Lulusan
Penilaian pada kompetensi akademik, keterampilan, dan dampak keberlanjutan pendidikan setelah lulus.
Peran Kunci Asesor dalam Visitasi
Asesor BAN PDM bertugas menilai secara objektif melalui:
• Telaah dokumen dan Data Isian Akreditasi (DIA) di Sispena
• Observasi proses pembelajaran dan kondisi fasilitas
• Wawancara dengan jajaran lembaga hingga warga belajar
• Verifikasi bukti lapangan berbasis data dan fakta
Pada pendidikan kesetaraan, asesor juga menilai bagaimana satuan pendidikan mengelola fleksibilitas jadwal dan kurikulum untuk menyesuaikan kebutuhan warga belajar.
Tips Persiapan Akreditasi untuk Lembaga Pendidikan Kesetaraan
1. Siapkan Bukti Kinerja yang Otentik
Kumpulkan portofolio hasil belajar, dokumentasi kegiatan, praktik baik pembelajaran, dan data capaian lulusan.
2. Gunakan Instrumen IA2024/IA2025 untuk Refleksi
Instrumen akreditasi bukan daftar cek, tetapi alat pemetaan mutu. Identifikasi area yang kuat dan yang perlu diperbaiki.
3. Lengkapi Dokumen Digital di Sispena
Pastikan seluruh unggahan rapi, sesuai standar, dan mudah diverifikasi asesor selama visitasi.
Visitasi Akreditasi 2025 menjadi langkah strategis bagi pesantren untuk memastikan layanan pendidikan kesetaraan yang bermutu, relevan, dan berdaya guna bagi masa depan santri. Akreditasi bukan garis akhir, tetapi fondasi bagi penguatan kualitas pendidikan pesantren di masa mendatang.
––––––––––––––––––––––––––––––––––
Di Tulis Oleh: Maz Roha
Tagar:
#Akreditasi2025 #PendidikanKesetaraan #PondokPesantren #PonpesNurMuhammadMagelang #BANPDM #VisitasiAkreditasi #PKPPS #Sispena #BeritaPesantren