Baca Juga

.related-posts ul li a { display: flex; align-items: center; gap: 10px; text-decoration: none; } .related-posts ul li a img { width: 60px; height: auto; object-fit: cover; border-radius: 4px; }

Cokie

Memuat data kunjungan...

Ads

Pondok Pesantren Nur Muhammad

Alamat: Dusun Wiyono Rt 03 Rw 02 Desa Grabag Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang Jawa Tengah - Email: ppnurmuhammad038@gmail.com.

Pondok Pesantren Nur Muhammad

Alamat: Dusun Wiyono Rt 03 Rw 02 Desa Grabag Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang Jawa Tengah - Email: ppnurmuhammad038@gmail.com.

Pondok Pesantren Nur Muhammad

Alamat: Dusun Wiyono Rt 03 Rw 02 Desa Grabag Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang Jawa Tengah - Email: ppnurmuhammad038@gmail.com.

Pondok Pesantren Nur Muhammad

Alamat: Dusun Wiyono Rt 03 Rw 02 Desa Grabag Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang Jawa Tengah - Email: ppnurmuhammad038@gmail.com.

Pondok Pesantren Nur Muhammad

Alamat: Dusun Wiyono Rt 03 Rw 02 Desa Grabag Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang Jawa Tengah - Email: ppnurmuhammad038@gmail.com.

Senin, 01 Desember 2025

Implementasi Program Perlindungan Santri di Pondok Pesantren Nur Muhammad Wiyono Grabag Magelang


PP NUR MUHAMMAD Kab. Magelang ----- Pesantren sejak dahulu dikenal sebagai pusat pendidikan Islam yang membentuk pribadi yang berilmu, beradab, dan berakhlakul karimah. Namun realitas sosial hari ini menunjukkan bahwa lembaga pendidikan, termasuk pesantren, menghadapi tantangan serius dalam menjaga keamanan dan keselamatan peserta didik. Kasus kekerasan seksual, perundungan, dan penyalahgunaan otoritas telah muncul di berbagai tempat dan menjadi alarm bahwa pesantren harus mengambil posisi tegas sebagai ruang aman bagi santri.

Berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, UU No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), serta UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Pondok Pesantren Nur Muhammad Wiyono Grabag Magelang berkomitmen menjalankan program Pesantren Ramah Anak melalui penyusunan dan pemberlakuan SOP Pencegahan, Penanganan, Perlindungan, dan Pemulihan Korban Kekerasan Seksual.

Landasan Syariat dan Konstitusi

Program Pesantren Ramah Anak di Pondok Pesantren Nur Muhammad dibangun dengan prinsip kekeluargaan sehingga para pengasuh dan pemangku kebijakan dipondok pesantren harus menjalankan tugasnya berdasarkan prinsip dan asas yang telah disepekati bersama yang dalam hal ini para pengasuh dan pemangku kebijakan bertindak sebagai bagian dari keluarga agar setiap tindakan dan pengambilan keputusan tidak akan memberatkan salah satu pihak baik dari korban maupun dari pelaku.

Hal ini sejalan dengan ajaran Islam, bahwa anak adalah amanah yang harus dijaga kehormatan dan kemaslahatannya. Firman Allah dalam QS. At-Tahrim ayat 6

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ ۝٦

Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim ayat 6).

Dari ayat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Allah memerintahkan setiap Muslim untuk menjaga keluarga bukan hanya dari siksa api neraka akan tetapi dari semua bahaya, baik fisik, mental, maupun moral. Selain itu Hadis Rasulullah SAW juga melarang tindakan zalim dan pelecehan dalam bentuk apapun.

Secara regulatif, pesantren wajib melindungi santri berdasarkan:
  • UUD 1945 Pasal 28G ayat (1) tentang hak rasa aman dan bebas dari kekerasan
  • UU No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren
  • UU No. 12 Tahun 2022 tentang TPKS
  • UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak
  • PMA No. 73 Tahun 2022 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual pada Satuan Pendidikan Keagamaan
Dengan dasar tersebut, pesantren tidak hanya sekedar mendidik, tetapi wajib melindungi martabat dan masa depan setiap santri.

Pembentukan Satgas P4KS sebagai Garda Depan Perlindungan Santri

Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan sistematis, Pondok Pesantren Nur Muhammad membentuk Satgas P4KS (Pencegahan, Penanganan, Perlindungan, Pemulihan Korban dan Sanksi bagi Pelaku). Satgas ini bertugas:
  • Menerima dan memproses laporan kekerasan
  • Memberikan pendampingan fisik, psikologis, rohani, dan hukum
  • Menjamin kerahasiaan dan keamanan korban
  • Menindak tegas dan adil setiap pelaku tanpa pandang status
  • Melakukan edukasi literasi anti-kekerasan dan kesehatan reproduksi
Struktur Satgas mencakup penanggung jawab, ketua, bidang penanganan, perlindungan, pemulihan, humas, dan keamanan.

Upaya Pencegahan Menuju Pesantren Ramah Anak

Program pencegahan berjalan melalui beberapa strategi utama, di antaranya:
  • Sosialisasi rutin kepada santri, wali santri, dan masyarakat sekitar tentang bahaya kekerasan seksual dan mekanisme pelaporan
  • Pelatihan anti-kekerasan serta edukasi moral dan kesehatan reproduksi sesuai syariat
  • Monitoring lingkungan belajar dan asrama
  • Membangun budaya komunikasi terbuka tanpa intimidasi
  • Menjalankan SOP secara konsisten dan transparan
  • Membuat jalur pelaporan yang mudah diakses dan aman
Dengan langkah ini, pesantren berkomitmen mewujudkan lembaga pendidikan sebagai Wilayah Bebas Kekerasan.

Mekanisme Penanganan dan Pemulihan Korban

Jika terjadi pengaduan, Satgas mengikuti alur resmi yang sudah tertuang dalam SOP mulai dari penerimaan laporan, assessment, pengamanan korban, rujukan penanganan, hingga pemulihan psikososial dan pendidikan. Sanksi bagi pelaku diberikan sesuai tingkat pelanggaran yang dilakukan, mulai teguran hingga proses hukum pidana.

Komitmen Jangka Panjang

Melalui implementasi SOP ini, Pondok Pesantren Nur Muhammad Wiyono Grabag Magelang, berusaha memperkuat budaya perlindungan santri, memperbaiki sistem pengawasan, membuka ruang evaluasi, dan menegakkan prinsip bahwa pesantren harus menjadi tempat paling aman bagi anak untuk belajar dan berkembang. Pesantren Ramah Anak bukan slogan kosong. Ia adalah komitmen moral, hukum, dan amanah Ilahi. Melindungi santri berarti menjaga masa depan umat.

SOP ini adalah dokumen yang dapat diperbarui sesuai kebutuhan dan perkembangan pesantren dengan menyesuaikan lingkungan pesantren masing masing. Bagi sobat santri yang ingin membuat SOP dan masih bingung saya share file SOP Pondok Pesantren Nur Muhammad yang bisa kalian jadikan sebagai referensi penyusunan, bukan untuk disalin mentah-mentah, tetapi sebagai contoh format teknis dan alur implementasi layanan.

Semoga ikhtiar ini menjadi bagian dari perjuangan bersama menciptakan pesantren yang aman, sehat, dan bermartabat sesuai nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Berikut Link SOP TPPK Pesantren

 

Jumat, 28 November 2025

Kanwil Kemenag Jawa Tengah Gelar Halaqah TQM PKPPS 2025


PP NUR MUHAMMAD Kab. Magelang ----- Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah gelar Halaqah Total Quality Management (TQM) Lembaga Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) Dalam rangka memperkuat transformasi PKPPS ke Pendidikan Salafiyah Kajian Kitab Kuning, Selasa (25/11/2025).

Kegiatan ini digelar di Pondok Pesantren Tidar, Kota Magelang, dan dihadiri oleh 150 peserta dari Lembaga Pendidikan PKPPS se-Jawa Tengah.

Halaqah TQM ini dimaksudkan sebagai langkah strategis untuk membekali para pengelola PKPPS dalam menghadapi masa transformasi menuju Pendidikan Salafiyah Kajian Kitab Kuning (PSKKK). Transformasi ini menjadi sangat mendesak mengingat dalam dua tahun ke depan PKPPS akan dihapuskan dan seluruh lembaga harus beralih ke skema yang ada yaitu Pendidikan Diniyah Formal (PDF), Satuan Pendidikan Muadalah (SPM), atau Pengkajian Kitab Kuning (PSKKK). Karena itu, peningkatan mutu tata kelola menjadi aspek wajib agar pesantren mampu beradaptasi dan tetap berdaya saing dalam dunia pendidikan nasional.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Magelang, HM. Soleh Mubin, yang hadir mewakili Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya penerapan manajemen mutu terpadu (TQM) sebagai pondasi penguatan kualitas pendidikan salafiyah, tidak hanya dari sisi capaian akademik santri, tetapi juga keseluruhan proses penyelenggaraan pendidikan.

Menurutnya, TQM menuntut kolaborasi total dari semua unsur penyelenggara pendidikan di pesantren, mulai dari pengasuh, guru, tenaga kependidikan, hingga santri itu sendiri. Budaya kerja berkualitas, sistem layanan yang optimal, dan inovasi pembelajaran menjadi kunci menghadapi perubahan.

“Halaqah ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan visi, memperkuat komitmen mutu, dan membangun kesadaran bahwa kualitas pesantren adalah hasil kerja bersama,” ungkapnya.

Ia juga berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan inovasi pembelajaran yang lebih adaptif, meningkatkan efektivitas tata kelola lembaga, serta memastikan penyelenggaraan pendidikan kesetaraan tetap profesional, terukur, dan kompetitif tanpa meninggalkan karakter dan ciri khas pesantren.

Sebelum pembukaan, acara diawali dengan doa yang dipimpin oleh H. Agus Syafe’i, Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kemenag Kota Magelang. Laporan kegiatan disampaikan oleh M. Fathurrohim, Ketua Tim Kerja Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren sekaligus penanggung jawab PKPPS.

Dengan digelarnya halaqah TQM ini, Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah berharap seluruh PKPPS siap melakukan transformasi baik ke PDF, SPM, maupun PSKKK dan mampu mempertahankan keberadaan pesantren salafiyah sebagai pilar pendidikan keagamaan yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman.


Tag: #PKPPS #kemenag #kemenagjateng #kemenagkotamagelang #pontren #Pesantren

Sabtu, 22 November 2025

Sejarah Mbah Kyai Dalhar Watucongol Ulama Besar Dari Magelang

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

PP. Nur Muhammad Magelang ---- Sebelum kita masuk lebih dalam, artikel ini bakal ngajak sobat santri mengenal salah satu tokoh ulama besar di Magelang dan sangat masyhur yang jejaknya masih hidup sampai hari ini. beliau adalah Mbah Kyai Dalhar Watucongol, sosok ulama yang sanad ilmunya kuat, nasabnya jelas, dan riyadhohnya bikin orang sadar bahwa kemuliaan itu lahir dari kesungguhan. Jika dalam tulisan ini ada yang perjuangannya. Oke Markinjut Mari Kita Lanjut…

Asal-Usul dan Nasab Mbah Kyai Dalhar

Mbah Kyai Dalhar lahir di komplek Pesantren Darussalam Watucongol, Muntilan, Magelang, hari Rabu, 10 Syawal 1286 H atau 12 Januari 1870 M. Nama asli beliau adalah Nahrowi. Beliau merupakan putra dari Kyai Abdurrahman bin Abdurrauf bin Kyai Hasan Tuqo.

Garis nasabnya nyambung ke Sunan Amangkurat Mas (Amangkurat III). Karena keturunan keraton, Kyai Hasan Tuqo dikenal juga dengan gelar Raden Bagus Kemuning. Meski keturunan ningrat, beliau memilih jalan ilmu agama, keluar dari keraton, lalu menetap di daerah yang kini dikenal sebagai Desa Tetuko, Godean, Yogyakarta.

Ayah beliau, Kyai Abdurrauf, adalah panglima perang Pangeran Diponegoro. Ketika terjadi perang besar di wilayah Kedu, beliau dipercaya menjaga Muntilan dan membangun pesantren di Tempur, Gunungpring. Pesantren ini kemudian diteruskan putranya, Kyai Abdurrahman, sebelum akhirnya diasuh Mbah Kyai Dalhar dan dipindah ke Watucongol.

Masa Mondok dan Rihlah Ilmiah

Sejak kecil, Mbah Kyai Dalhar tumbuh dilingkungan pesantren. Beliau belajar dasar-dasar agama kepada ayahnya, lalu mondok pada usia 13 tahun di bawah asuhan Mbah Kyai Mad Ushul di Salaman.

Usia 15 tahun, beliau melanjutkan pengembaraan ilmu ke Pondok Al-Kahfi Somalangu Kebumen, berguru kepada Syeikh As-Sayyid Ibrahim Al-Jilani Al-Hasani. Delapan tahun kemudian, beliau diberangkatkan ke Makkah bersama putra sang guru, Sayid Abdurrahman.

Kedua santri ini menempuh perjalanan darat hingga ke Semarang. Saking tawadhu-nya, Mbah Kyai Dalhar menuntun kuda Sayid Abdurrahman sepanjang perjalanan, meski berkali-kali dipersilakan naik.

Di Makkah, beliau tinggal di Rubath Misfalah bersama ulama besar Syeikh As-Sayyid Muhammad Babashol Al-Hasani, Mufti Syafi’iyyah saat itu. Beliau belajar di tanah suci selama 25 tahun. Dari sang guru pula beliau mendapat nama “Dalhar,” sehingga nama lengkapnya menjadi Nahrowi Dalhar.

Di Makkah beliau mendapat ijazah Thariqah Syadziliyah dari Syeikh Muhtarom Al-Makki, serta ijazah Dalailul Khoirot dari Sayyid Muhammad Amin Al-Madani. Dua amalan ini kemudian menjadi amaliyah khas di Watucongol.

Riyadhoh dan Amalan Mbah Kyai Dalhar

Beliau dikenal sebagai ahli riyadhoh tingkat tinggi. Riwayat yang disampaikan para ulama hakikat menyebut bahwa beliau amat dekat dengan Nabi Khidhr.

Beberapa riyadhoh beliau yang masyhur

  • Pernah khalwat 3 tahun di sebuah goa sempit, hanya berbuka dengan 3 butir kurma dan sedikit air Zamzam.
  • Tidak pernah buang hajat di tanah haram; setiap butuh, beliau keluar wilayah haram.
  • Bisa melakukan dzikir sirr hingga 3 hari 3 malam tanpa bisa diganggu.
  • Membiasakan sahrul layali (begadang ibadah) yang kemudian menjadi tradisi putra-putra beliau di Watucongol.

Karomah Mbah Kyai Dalhar

Di antara karomahnya yang dikenal masyarakat
Suara pengajiannya bisa terdengar hingga 300 meter tanpa pengeras suara.
Mengetahui lokasi makam para auliya yang terlupakan oleh masyarakat.

Karya dan Sanad Keilmuan

Karya beliau yang terkenal adalah Kitab Tanwirul Ma’ani, berisi manaqib Syeikh Abul Hasan Asy-Syadzili. Ada beberapa karya lain yang masih diteliti karena penyandaran ilmunya sangat luas. Selain itu banyak ulama besar abad 20 berguru kepada beliau, di antaranya:
  • KH Mahrus Ali, Lirboyo
  • KH Dimyathi, Banten
  • KH Marzuki, Giriloyo

Wafatnya Mbah Kyai Dalhar

Setelah sakit sekitar tiga tahun, beliau wafat pada Rabu Pon, 29 Ramadhan 1378 H (8 April 1959 M). Ada riwayat menyebut 23 Ramadhan, tapi penanggalan hari tidak cocok. Riwayat paling kuat disampaikan oleh putra beliau, KH Ahmad Abdul Haq.

Warisan beliau bukan cuma cerita karamah atau riwayat riyadhoh, tapi cara beliau mendidik orang untuk mengenal Allah dengan penuh istiqamah, ikhlas tanpa panggung, dan menjaga adab disaat dunia sudah berubah. Di titik ini, nama “Dalhar” bukan sekadar nama, tapi simbol perjalanan panjang seorang hamba yang seluruh hidupnya dikhidmahkan untuk ilmu dan kemanfaatan.

Semoga artikel ini bisa membangkitkan semangat kita para santri untuk terus berkhidmah kepada ilmu dan para Masyayikh kita, dari hati yang paling tulus saya do’akan semoga keluarga kita dan anak cucu kita mendapatkan barokahnya ilmu dan para Masyayikh sehingga kita digolongkan menjadi umat yang hidup sejahtera dunia dan akhirat. Aamiin…


📚 Sumber Referensi:

Musthofa, Khoirul. "KH. Nahrowi Dalhar (KH. Dalhar Watucongol)". Skripsi. IAIN Ponorogo, t.t. [Diakses pada 20 November 2025, pukul 09.10 WIB].

Universitas Islam Negeri Walisongo. "Moderasi Beragama". Repository Eprints Walisongo, t.t. [Diakses pada 20 November 2025, pukul 10.12 WIB].

Pratama, Wilda Juni. "Peran Syeikh Abdul Malik". Skripsi. Repository UIN SAIZU, t.t. [Diakses pada 21 November 2025, pukul 10.12 WIB].

NU Jateng. “Pandangan Imam Abu Hasan Al-Syadzili dalam Kitab Manakib Karya Kiai Dalhar Watucongol.” NU Online. [Diakses pada 21 November 2025, pukul 11.27 WIB].

NU Online. “KH Dalhar Watucongol, Kyai Pejuang dan Cucu Panglima Perang Jawa.” [Diakses pada 21 November 2025, pukul 14.43 WIB].

Suara Merdeka. “Mbah Dalhar sebagai Mursyid dan Tokoh Budaya". [Diakses pada 22 November 2025, pukul 10.12 WIB].

Republika. “Mbah Dalhar, Santri Pejuang Kemerdekaan.” Khazanah Republika. [Diakses pada 22 November 2025, pukul 10.12 WIB].


Penulis & Editor: Maz Roha

Sejarah Panjang Ponpes API Tegalrejo: Perjuangan, Perkembangan, dan Peran Strategis dalam Dunia Pesantren Salaf

 
PP. Nur Muhammad Magelang --- Halo Sobat Santri kali ini kita akan membahas sejarah Pondok Pesantren paling terkenal di Kabupaten Magelang. Yups mana lagi kalo bukan Ponpes API Tegalrejo, sebelum kita lanjut bahwa artikel ini disusun berdasarkan rangkuman dari berbagai sumber sejarah, dokumentasi pesantren, dan penuturan tokoh-tokoh di kabupaten magelang jadi jika ada tulisan yang kurang pas atau mungkin menyimpang mohon koreksinya para sobat santri, agar tulisan ini dapat memberika informasi yang utuh dan tidak menyesatkan. Oke markinjut mari kita lanjut..

Asal Usul Berdirinya Ponpes API Tegalrejo

Pondok Pesantren API (Asrama Perguruan Islam) Tegalrejo berdiri pada 1 Oktober 1944 M di Desa Krajan, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Pesantren ini didirikan oleh KH Chudlori bin Haji Ihsan, seorang ulama yang dikenal berwawasan luas dan berdedikasi tinggi dalam dakwah. Pada masa itu, masyarakat masih kuat dipengaruhi tradisi kejawen dan kepercayaan lokal, sehingga kehadiran pesantren menjadi titik awal perubahan keagamaan di Tegalrejo. Secara resmi bernama Asrama Perguruan Islam, namun masyarakat lebih mengenalnya sebagai Ponpes API Tegalrejo. Keberadaannya kemudian menjadikan kawasan Tegalrejo identik dengan tradisi salaf.

Biografi Singkat KH Chludori bin Haji Ihsan

KH Chudlori dibesarkan dalam lingkungan religius dan menempuh pendidikan di berbagai pesantren salaf. Kepakarannya dalam kitab kuning, ilmu nahwu, dan fiqih menjadi fondasi utama dalam sistem pendidikan yang beliau bangun. Sosoknya dikenal tegas namun tetap penuh kasih dalam membimbing para santri.

Latar Sosial Keagamaan Masyarakat Tegalrejo

Pada masa awal berdirinya pesantren, sebagian masyarakat masih terpengaruh praktik non-syariat, ritual kejawen, dan minimnya pemahaman agama. Bahkan ada pihak yang menolak aktivitas pesantren. Kondisi ini justru mempertegas urgensi pendirian Ponpes API sebagai pusat dakwah dan pendidikan Islam.

Kepemimpinan Pesantren dari Generasi ke Generasi

Kepemimpinan KH Abdurrahman Chudlori

Setelah wafatnya KH Chudlori pada 28 Agustus 1977, kepemimpinan diteruskan oleh putranya, KH Abdurrahman Chudlori. Di masa ini, pesantren berkembang pesat. Pada 1986, jumlah santri mencapai sekitar 1300 orang. Fasilitas diperluas dan kurikulum salaf diperkuat.

Pengembangan Fasilitas dan Pertumbuhan Santri

Berbagai kompleks baru dibangun untuk menampung santri yang terus meningkat. Upaya penguatan pendidikan klasik terus dijaga agar kualitas pembelajaran tetap bertahan.

Pengasuhan KH Mudrik Chudlori dan KH Hanif Chudlori

Setelah wafatnya KH Abdurrahman pada 24 Januari 2011, kepemimpinan dilanjutkan oleh KH Mudrik Chudlori dan KH Hanif Chudlori. Jumlah santri saat itu sekitar 3000, dan kini mendekati 7000, menjadikan Ponpes API salah satu pesantren salaf terbesar di Indonesia.

Ponpes API Tegalrejo sebagai Pusat Kajian Kitab Salaf

Konsistensi Pengajaran Kitab Kuning

Ponpes API identik dengan pengajaran kitab kuning klasik, khususnya dalam bidang nahwu, fiqih, balaghah, dan berbagai disiplin tradisional yang menjadi ciri khas pesantren salaf.

Tokoh dan Alumni Ternama

Banyak tokoh besar pernah menimba ilmu di Ponpes API, termasuk Presiden RI ke-4, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Alumni lain tersebar sebagai ulama, dai, dan tokoh masyarakat di berbagai daerah.

Kehidupan Sosial Masyarakat Sekitar Pesantren

Karakteristik Warga Tegalrejo

Mayoritas masyarakat Tegalrejo merupakan warga nahdliyin. Pada era awal, praktik keagamaan sebagian masyarakat belum sepenuhnya sesuai syariat. Mata pencaharian warga beragam, mulai dari petani, pedagang, buruh, hingga pegawai.

Peran Ponpes API dalam Dakwah dan Transformasi Masyarakat

Tantangan Dakwah di Masa Awal

Pada awal berdirinya, aktivitas pesantren sering mendapat resistensi sosial. Namun KH Chudlori tetap teguh menghadapi hambatan demi tegaknya pendidikan Islam.

Dampak Besar terhadap Perubahan Sosial dan Keagamaan

Upaya panjang pesantren berbuah perubahan signifikan. Penguatan akidah, pemahaman agama, dan perubahan perilaku masyarakat menjadi bukti nyata kontribusi Ponpes API dalam membentuk kehidupan sosial Tegalrejo.

Itulah Sobat santri sekilas tentang sejarah Ponpes API Tegalrejo Magelang semoga tulisan ini dapat memberikan wawasan dan keilmuan bagi kita semua Aamiin…


Sumber Referensi:

  1. “Pondok Pesantren API Tegalrejo” — situs resmi Kabupaten Magelang menjelaskan tanggal pendirian, pendiri (KH Chudlori), dan latar sosial pesantren. (magelangkab.go.id).
  2. Artikel “KH Chudlori, Santri Kelana Pendiri API Tegalrejo” di NU Online, menjelaskan riwayat hidup beliau. (NU Online).
  3. Profil KH Chudlori sebagai ulama yang rendah hati, dan perannya saat perjuangan kemerdekaan. (republika.id).
  4. Perkembangan Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam Tegalrejo (1944–2007), skripsi oleh M. Khoirul Muna (UIN Salatiga). (E-Repository UIN Salatiga).
  5. Tesis Peran Pondok Pesantren API Tegalrejo dalam Pendidikan Masyarakat dan Pencerdesan Umat (2007–2012) oleh Akhmad Dartono (UIN Sunan Kalijaga). (Digilib UIN Sukarno).
  6. Disertasi Inovasi Manajemen Perubahan pada Sistem Pendidikan Ponpes API Tegalrejo (Universitas Negeri Semarang). (Repository Unusia).
  7. Artikel “Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang” di Laduni. (laduni.id).

Penulis & Editor: Maz Roha

Selasa, 18 November 2025

Visitasi Akreditasi Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Nur Muhammad Kabupaten Magelang

Senin–Selasa, 27–28 Oktober 2025,


Pondok Pesantren Nur Muhammad, Wiyono, Grabag, Kabupaten Magelang menjalani momen penting pada Senin–Selasa, 27–28 Oktober 2025. Tim Asesor dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (BAN PDM) hadir untuk melaksanakan visitasi akreditasi Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS).

Visitasi ini bukan sekadar penilaian administrasi, tetapi menjadi evaluasi komprehensif untuk melihat mutu lulusan, kualitas pembelajaran, kompetensi pendidik, serta manajemen satuan pendidikan. Yang membuat visitasi tahun 2025 ini lebih bermakna adalah penekanan pada integrasi nilai-nilai kepesantrenan seperti kemandirian, disiplin, dan karakter islami dengan capaian akademik dan keterampilan fungsional yang dituntut kurikulum nasional.

Selama dua hari, asesor melakukan observasi kelas, wawancara dengan pengasuh, ustadz dan ustadzah, serta para santri atau warga belajar. Verifikasi dokumen melalui Sispena memastikan seluruh data yang disampaikan sesuai dengan kondisi lapangan. Proses ini menjadi ruang refleksi bagi pesantren untuk memperkuat kualitas layanan pendidikan yang relevan dan berorientasi pada pembentukan karakter unggul para santri.

Acara visitasi dibuka oleh Pengasuh Ponpes Nur Muhammad, Kyai Amin Mustofa Mahfudz, bersama jajaran lembaga terkait. Hadir pula Kasi PD Pontren Kabupaten Magelang, H. Muhrisun, M.Pd., M.Si., yang menegaskan bahwa akreditasi bukan hanya legalitas formal, tetapi menjadi ukuran mutu dan pijakan awal untuk semakin meningkatkan layanan pendidikan kesetaraan pondok pesantren.

Fokus Penilaian Akreditasi 2025

BAN PDM menerapkan Instrumen Akreditasi IA2024 yang berorientasi pada kinerja (performance-based). Empat fokus utama visitasi meliputi:

1. Kinerja Pendidik dalam Pembelajaran
Penilaian meliputi:
• Dukungan sosial emosional bagi warga belajar
• Pembelajaran berdiferensiasi dan berpusat pada peserta didik
• Pemanfaatan penilaian formatif untuk perbaikan berkelanjutan

2. Kepemimpinan Satuan Pendidikan
Meliputi kemampuan kepala satuan pendidikan dalam:
• Refleksi kinerja dan evaluasi program
• Membangun budaya belajar dan inovasi
• Menyediakan kebijakan dan sumber daya yang efektif

3. Iklim Lingkungan Belajar
Asesor melihat apakah lingkungan belajar aman, inklusif, ramah, bebas perundungan, serta memberi ruang untuk keberagaman karakter warga belajar.

4. Hasil Pembelajaran/Lulusan
Penilaian pada kompetensi akademik, keterampilan, dan dampak keberlanjutan pendidikan setelah lulus.

Peran Kunci Asesor dalam Visitasi

Asesor BAN PDM bertugas menilai secara objektif melalui:
• Telaah dokumen dan Data Isian Akreditasi (DIA) di Sispena
• Observasi proses pembelajaran dan kondisi fasilitas
• Wawancara dengan jajaran lembaga hingga warga belajar
• Verifikasi bukti lapangan berbasis data dan fakta

Pada pendidikan kesetaraan, asesor juga menilai bagaimana satuan pendidikan mengelola fleksibilitas jadwal dan kurikulum untuk menyesuaikan kebutuhan warga belajar.

Tips Persiapan Akreditasi untuk Lembaga Pendidikan Kesetaraan

1. Siapkan Bukti Kinerja yang Otentik
Kumpulkan portofolio hasil belajar, dokumentasi kegiatan, praktik baik pembelajaran, dan data capaian lulusan.

2. Gunakan Instrumen IA2024/IA2025 untuk Refleksi
Instrumen akreditasi bukan daftar cek, tetapi alat pemetaan mutu. Identifikasi area yang kuat dan yang perlu diperbaiki.

3. Lengkapi Dokumen Digital di Sispena
Pastikan seluruh unggahan rapi, sesuai standar, dan mudah diverifikasi asesor selama visitasi.

Visitasi Akreditasi 2025 menjadi langkah strategis bagi pesantren untuk memastikan layanan pendidikan kesetaraan yang bermutu, relevan, dan berdaya guna bagi masa depan santri. Akreditasi bukan garis akhir, tetapi fondasi bagi penguatan kualitas pendidikan pesantren di masa mendatang.

––––––––––––––––––––––––––––––––––
Di Tulis Oleh: Maz Roha

Tagar:
#Akreditasi2025 #PendidikanKesetaraan #PondokPesantren #PonpesNurMuhammadMagelang #BANPDM #VisitasiAkreditasi #PKPPS #Sispena #BeritaPesantren